Liverpool - Liverpool menghadapi Leicester di babak final Premier League Asia Trophy setelah di pertandingan pertama menang 2-0 atas Crystal Palace. Di babak final ini, The Fox digebuk 2-1 dan The Reds menjadi juara turnamen ini.
Klopp tampak sengaja mengubah susunan pemain yang turun di babak pertama saat melawan Palace dengan pemain yang turun di babak final. Kali ini Coutinho dan Origi bermain sejak awal. Sementara Henderson dan Sturridge masih duduk di bangku cadangan.
The Reds sesuai keinginan Klopp, langsung menekan sejak menit pertama, bahkan cenderung mengurung pertahanan Leicester. Kombinasi serangan dari Firmino, Origi, Salah dan Coutinho mendapat dukungan penuh dari Lallana dan Wijnaldum di lini tengah.
Namun gol pembuka justru dicetak oleh Leicester di menit 12. Slimani yang sukses menyambut umpan silang dan gagal dijangkau oleh Karius yang berada di bawah mistar.
Gol ini seolah menjadi cambuk bagi pemain Liverpool. Gelombang serangan makin ditambah dan hanya butuh waktu 8 menit saja bagi Salah untuk menyamakan kedudukan. Umpan satu dua yang indah dengan Coutinho dan diakhiri dengan sundulan sukses membuat skor imbang.
Ketika hasil imbang 1-1 tampaknya menjadi hasil akhir babak kedua, ternyata Coutinho mengubahnya di menit 44. Kali ini tendangan khas dengan menempatkan bola di sisi gawang yang jauh dari jangkauan kiper sukses mengubah skor dan membuat LFC unggul 2-1 saat turun minum.
Babak kedua dimulai dengan 4 pemain baru menggantikan Origi, Lallana, Firmino dan Matip. Henderson termasuk pemain yang masuk dan langsung mengambil alih ban kapten. Meski susunan pemain berubah, namun kecepatan dan serangan bertubi-tubi masih dilancarkan.
Di 45 menit kedua ini, duo striker, Sturridge dan Solanke mengambil alih ancaman-ancaman untuk gawang Leicester, namun hingga babak kedua usai, kedudukan tidak berubah. Keunggulan 2-1 The Reds tetap bertahan dan ini memastikan LFC pulang dengan gelar juara Premier League Asia Trophy.




